Rizkyamalia2008’s Weblog


Praktikum Pertama, Begitu Berharga…
December 20, 2008, 8:27 pm
Filed under: Introduction to IT

161220084756

Masih teringat dalam pikiranku, saat aku terkaget, terkaget-kaget, setelah tahu jikalau praktikum PTI tidak berjalan seperti praktik pelajaran computer di SMA dulu. Perubahan 1800 dari yang dulunya hanya menerima materi, sekarang juga harus bisa menyampaikan materi. . Bahkan, untuk materi-materi yang belum pernah kita pelajari sekalipun. Misalnya saja untuk praktikum modul Microsoft Office Visio dan Flash.

Selain itu, di setiap praktikum kita harus mengerjakan tugas pendahuluan sebelumnya, posttest di akhir sesi praktikum, dan tentunya laporan praktikum yang harus diselesaikan maksimal 3 hari setelah praktikum. Belum lagi ada evaluasi dari para asisten praktikum yang tidak jarang membuatku tegang. Kata-kata yang aku ingat, yaitu saat evaluasi praktikum modul pertama, di mana salah satu asprak menyatakan “ praktikum terlalu stagnan!”. Hiks… Yah, barangkali kata-kata itu dapat dijadikan cambukan bagi para tutor selanjutnya agar lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi agar misi dari praktikum berjalan sukses, sesuai motto jurusan SI “Unlimited Vision, Unlimited Creativity”.  Oya, ada lagi evaluasi praktikum modul 6 yang lebih menegangkan dari salah satu asprak yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap para praktikan karena tidak disiplin. Suasana saat itu lebih mencekam dari film hantu mana pun. Ih, serem abiez!

Isu yang tersebar di kalangan maba, menyuarakan begitu repotnya membuat TP dan LP/ Lapres (untuk jurusan lainnya). Padahal, setelah melakukan survey, pengerjaan TP dan LP untuk praktikum PTI di jurusan SI tercinta ini, lebih mudah di banding jurusan lainnya. Dari formatnya, yang kita gunakan adalah softcopy sedangkan mereka harus menulis berlembar-lembar kertas secara manual dan yang paling penting, tidak bisa copy paste. Sebenarnya, tugas TP dan LP yang sering membuatku tidur dini hari itu tidak akan memberatkan, bila aku mengerjakannya tepat waktu. Maklum saja, banyak sekali godaan-godaan yang membuatku menunda-nunda pengerjaan TP dan LP. Mulai dari main games, membuka situs favorit, sampai godaan untuk cepat-cepat tidur. :p

Yang jelas, pengalaman pertama praktikum di bangku kuliah memberikan kesan yang menuntut perubahan dari dalam diri kita untuk lebih mandiri. Pelajaran yang dapat dipetik dari praktikum PTI semester pertamaku ini, kita harus lebih disiplin lagi dalam mengikuti praktikum selanjutnya. Apalagi praktikum semester 2 lebih berbobot lagi. Mudah-mudahan perubahan yang diharapkan para asprak, yang sepertinya impossible, bahkan lebih impossible dari film Mission Impossible 3 (Ada g y?) dapat menjadi suatu kenyataan seiring dengan berjalannya waktu. Amin…



What’s Open Source?
December 20, 2008, 7:59 pm
Filed under: Introduction to IT

Mengutip dari Wikipedia, “Open source software is software that’s available in source code form for anyone to use. Although open source software doesn’t have licensing restrictions that limit its use, modification, or redistribution, it usually has restrictions that preserve its open source status and control its development. Examples of open source software include the Linux operating system, the Perl scripting language, and the Apache Web server. “

Open Sorce dikembangkan pertama kali di laboratorium computer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carneigie Mellon, dan MIT oleh para hacker pada tahun 1960 dan 1970-an. Sedangkan di Indonesia, Open Source baru mulai digunakan pada tahun 1994 di ITB yang menggunakan FreeBSD sebagai system operasinya. Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998.

Salah satu produk yang popular yaitu sistem operasi yang disebut Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya.

Meskipun dapat digunakan oleh siapa saja, bukan berarti semua orang beralih ke open source software. Ada beberapa hambatan yang salah satunya merupakan paradigma masyarakat yang telah biasa menggunakan software tertentu sehingga merasa berat untuk mengganti softwarenya. Misalnya banyak orang yang terbiasa menggunakan system operasi Windows dan kurang berminat mengganti system operasinya dengan Linux dengan alasan kerumitan proses yang harus dilakukan untuk menjalankan system operasi yang lain. Padahal, sudah ada program software yang dibuat untuk mempermudah peggunaannya.

Sampai pada saat ini, perkembangan Open Source cukup pesat. Open Source tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Dalam perkembangannya, terbentuklah suatu dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak yang dinamakan IGOS (Indonesia, Go Open Source!). IGOS is a government initiative to use OSS as a platform for software application in Indonesia which is form as a National program to strengthen the national information technology infrastructure. Faktor yang mendorong IGOS adalah adanya hukum untuk mengurangi pembajakan software di Indonesia, perbedaan antara Negara maju dan berkembang, rekomendasi dari United Nation Conference on Trade Development (UNCTAD) tahun 2003 agar negara berkembang menggunakan Free OSS, OSS merupakan isu Komunikasi dan Informatika, dan berkembangnya SDM.

Selain itu adapun visi dan misi dari IGOS yaitu:
-mengurangi kesenjangan perkembangan software antara Negara maju dan berkembang
-meningkatkan inovasi dan kreativitas bidang IT melalui perkembangna software taraf nasional
-mempercepat, mengembangkan, menciptakan, mengadopsi program pemerintah dalam IT yang memiliki pengaruh politik, ekonomi, social, dan IT.

Meskipun dapat didapat dengan free, ada juga etika yang perlu diperhatikan dalam pendistribusian OSS antara lain:
1. Distribusi Ulang Gratis Lisensi distribusi tidak melarang pihak manapun untuk menjual atau memberikan software sebagai bagian dari distribusi software terpadu yang memuat program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi seharusnya tidak mensyaratkan royalti atau biaya lain untuk hal tersebut.
2. Kode Sumber Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber sebagaimana distribusi bentuk terkompilasinya. Jika sebuah produk tidak didistribusikan dengan kode sumbernya, harus ada sarana yang terpublikasi baik untuk mendapatkan kode sumber dengan mudah. Kode sumber harus dalam bentuk yang memudahkan programmer untuk memodifikasi program tersebut. Bentuk intermediet, seperti output preprosesor atau translator tidak diperbolehkan.
3. Kerja Turunan Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan penerusan hasil kerja oleh orang lain, serta harus mengizinkannya untuk didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan software aslinya.
4. Integritas Penulis Kode Sumber Lisensi dapat melarang kode sumber untuk didistribusikan ulang dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi file-file tambahan beserta kode sumber untuk tujuan memodifikasi progran pada masa pembangunan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari software aslinya.
5. Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan Lisensi tidak boleh mendiskriminasi pribadi atau golongan manapun.
6. Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu Lisensi tidak boleh melarang siapapun untuk memanfaatkan program dalam bidang atau usaha tertentu. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan di bidang bisnis, atau digunakan dalam riset genetika.
7. Distribusi Lisensi Hak-hak yang dimiliki oleh program harus dapat diaplikasikan oleh semua orang yang menerima distribusi program tersebut, tanpa perlu penambahan lisensi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
8. Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk Hak-hak yang dimiliki program bukan karena program tersebut menjadi bagian distribusi software tertentu. Jika program tersebut dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak yang menerima distribusi tersebut mempunyai hak yang sama sebagaimana hak yang dipunyai oleh distribusi software asal.
9. Lisensi Tidak Membatasi Software Lain Lisensi tidak boleh melakukan pembatasan terhadap software lain yang didistribusikan bersama dengan software yang diberi lisensi. Misanya, lisensi tidak boleh memaksa agar semua program lain yang didistribusikan melalui medium yang sama harus merupakan open source software.
10. Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi Tidak ada syarat lisensi yang merupakan predikat dari suatu teknologi atau gaya antarmuka tertentu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap berkembangnya OSS, ITS juga memiliki wadah bagi para mahasiswa yang dinamakan POSS-ITS ”Pemberdayagunaan Open Source Software – ITS” agar pendayagunaan OSS di masyarakat khususnya wilayah kampus berjalan cepat. Jadi, POSS-ITS merupakan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di Kota Surabaya. POSS-ITS sendiri, merupakan bagian dari Jaringan Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) yang meliputi perguruan tinggi di Indonesia. Jaringan perguruan tinggi yang terlibat yaitu:
1. Universitas Udayana
2. Universitas Airlangga
3. Institut Teknologi Sepuluh November
4. Universitas Gajah Mada
5. Institut Teknologi Bandung (fasilitator POSS Network)
6. President University
7. Institut Pertanian Bogor
8. Universitas Indonesia
9. Politeknik Manufaktur Astra
10. Universitas Al-Azhar
11. Politeknik Batam
12. Politeknik Del
13. Univ. Syiah Kuala

Setelah tahu perkembangan OSS, sudah seharusnya kita sebagai kaum intelektual muda mendukung program ini  agar perlindungan  HAKI di INdonesia tercapai.
Go Open Source!!!
Source:
- frankdjeby.wordpress.com/2008/11/17/sejarah-open-source-sistem-operasi/
- poss.its.ac.id
- step2k.blogsome.com/2005/01/20/3/



Layanan Internet berbasis Web
December 18, 2008, 11:00 pm
Filed under: Uncategorized

Internet emang udah menjamur di seluruh lapisan masyarakat. Dari anak kecil sampe orang tua tanpa memandang status sosial juga udah banyak yang menggunakan internet. Namun,untuk yang satu ini pasti masih banyak yang nggak tau yaitu tentang internet yang berbasis web.
Reed Hastings, CEO dari Netflix menyatakan:
“Web 1.0 was dial-up, 50K average bandwidth, Web 2.0 is an average 1 megabit of bandwidth and Web 3.0 will be 10 megabits of bandwidth all the time, which will be the full video Web, and that will feel like Web 3.0.”

WEB 1.0
Beberapa elemen dari web 1.0:
Halaman yang masih statis
Pemakaian frameset

WEB 2.0
“Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut. ”

Prinsip-prinsip Web 2.0
Web sebagai platform, data sebagai pengendali utama, dan efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi. Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source”). Model bisnis yang ringan dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan. Yang satu ini mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user.

WEB 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 mengacu pada semantic web, dimana content web ditampilkan tidak hanya dengan format bahasa manusia yang umum (natural language), tetapi juga dalam format yang dapat dibaca dan digunakan oleh mesin (baca : software), sehingga web 3.0 akan memiliki kecerdasan buatan sehingga sebuah search engine akan dapat menemukan dan mengintegrasikan sebuah informasi dengan mudah. Selain itu, pada web 3.0 diharapkan website merupakan database, sehingga semakin interaktif dan dinamis kepada para pengunjung atau dinamakan data web.

Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar.

Walaupun masih belum sepenuhnya direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung metadata, misalnya Resource Description Framework (RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik metadata juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena, di Hewlett-Packard.

Singkatnya, Web 3.0 terdiri dari:
Web semantik
Format mikro
Pencarian dalam bahasa pengguna
Penyimpanan data dalam jumlah besar
Pembelajaran lewat mesin
Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

Source: Wikipedia



Kenalan Sama SI yuk!!!
December 18, 2008, 10:47 pm
Filed under: Introduction to IT

Apa sih beda SI dengan jurusan-jurusan lainnya????

Dari pertama masuk jurusan Sistem Informasi, banyak orang yang menyamakan Sistem Informasi dengan Teknik Komputer. Bahkan setelah saya jelaskan, mereka tetap menganggap bahwa keduanya mempelajari hal yang tidak ada bedanya. :( Padahal sejatinya, ada perbedaan konsep yang masih belum mereka pahami. Untuk itu, mari kita kenali SI lebih dekat!!
Berdasarkan konsep, kurikulum bidang computer di Indonesia telah membatasi penyelenggaraan kuliah untuk 5 jurusan yaitu: Computer Engineering (CE, Teknik Komputer), Computer Science (CS, Ilmu Komputer), Information Systems (IS, Sistem Informasi), Information Technology (IT, Teknologi Informasi), Software Engineering (SE, Rekayasa Perangkat Lunak). Namun, pada kenyataannya, Software Engineering dan Information Technology, di Indonesia dianggap bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Jadi, setelah diadaptasikan di Indonesia, acuan kurikulum menjadi:
1. Computer Science untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer
2. Computer Engineering untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
3. Information System untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika

Beda antara jurusan-jurusan terletak pada kuantitas mata kuliah yang diberikan oleh masing-masing jurusan tersebut.Tiap jurusan memiliki tujuan yang focus pada salah satu kompetensi yang nantinya akan menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Kompetensinya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Computer Engineering (CE) (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware
2. Computer Science (CS) (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.
3. Information System (IS) (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) diharapkan menghasilkan lulusan yag mampu menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi
4. Information Technology (IT) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
5. Software Engineering (SE) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).

Dilihat dari fokus disiplin ilmunya, Information Systems (IS) mempelajari tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Sedangkan Computer Engineering (CE) mempelajari tentang bagaimana mendesain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut dan Computer Science (CS) mempelajari tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus memelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar-dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya.

Nah, dari penjelasan tadi jelaslah perbedaan antara SI dengan jurusan lainnya. Meskipun pada implementasinya terdapat penyimpangan dari konsep yang telah disusun, hal ini tidak lepas dari berbagai masalah seperti keterbatasan SDM pengajar, infrastuktur, minimnya buku yang memenuhi konsep tersebut. Oleh karena itu kita harus tetap menghargai satu sama lain sebab pada hakekatnya, berbagai disiplin ilmu tidak terpisahkan satu sama lain.



Goole Chrome, Browser Baru Buat Pecinta Google
December 18, 2008, 10:33 pm
Filed under: Introduction to IT

Bagi Anda yang belum pernah dan masih ingin menggunakan browser yang masih “bau kencur” ini, Anda perlu tau dari A sampai Z tentang Google Chrome ini. Eitss, sebelumnya jangan salah, meskipun browser ini baru dirilis, tapi Google Chrome punya fitur dengan daya guna dan stabilitas yang cukup tinggi loh. Untuk lebih lengkapnya, simak tulisan berikut!

Google Chrome adalah browser yang dibuat dengan desain praktis agar Anda dapat mengakses Web dengan lebih cepat, mudah, dan nyaman. Area browser yang luas dan tidak terlalu banyak toolbar membuat browser ini lebih nyaman digunakan. Status bar tidak selalu ditampilkan, hanya pada waktu dibutuhkan saja statusbar akan muncul. Status bar berupa baris hijau kecil di bawah dengan tingkat transparansi tertentu sehingga tidak mengganggu pemandangan area browser.

Selain kenyamanan, Google Chrome juga lebih cepat diakses dengan managemen memory yang lebih efisien. Jika pada Firefox membuka berapa pun tab pada Windows Task Manager hanya muncul 1 aplikasi firefox.exe saja, sedang pada Chrome, 1 tab berarti 1 aplikasi chrome.exe. Masing-masing tab dipisahkan ke dalam proses sendiri sehinga jika salah satu tab mengalami crash maka tab yang lain masih terbuka. Selain itu, untuk beberapa produk google seperti Gmail, Google Documents, Blogger, yang kaya akan Java Script layout akan tampil dengan lebih cepat.

Google chrome secara otomatis akan menginstall bahasa yang diset di komputer, pada komputer saya terdapat dua bahasa yang terpasang Indonesia dan English. Pemilihan bahasa tidak hanya untuk mengatur bahasa yang digunakan dalam aplikasi. Fitur ini juga memungkinkan untuk menjelajahi situs yang mendukung auto language seperti www.masykur.web.id sehingga tampilan bahasa sesuai dengan setting browser.

Nah, setelah mengerti kelebihan dari Google Chrome, nggak adil bila Anda tidak mengetahui kelemahannya. Jadi, perhatikan pula kelemahan Google Chrome di bawah ini!

Beberapa situs tidak bisa dibuka karena tidak mengenali web browser.
Sebagai sebuah browser yang baru dirilis wajar saja jika situs tersebut tidak mengenal Chrome. Masalah ini kita kembalikan lagi pada pemilik situsnya
Para blogger yang menggunakan wordpress sedikit kecewa karena alaman post pada WordPress hanya bisa digunakan dalam mode HTML, tidak bisa dalam mode visual. Selain itu, pengguna Linux saat ini, belum bisa menggunakan Google Chrome. Mungkin tidak berapa lama lagi versi Linux akan segera dirilis.

Chrome akan mengeksekusi secara otomatis file exe , terutama pada file yang disisipkan pada frame border. Jadi, para surfer wajib berhati hati ketika menggunakan chrome, terutama saat membuka website “prohibited” website juga website yang rentan akan virus.

Bagi Anda yang belum pernah dan masih ingin menggunakan browser yang masih “bau kencur” ini, Anda perlu tau dari A sampai Z tentang Google Chrome ini. Eitss, sebelumnya jangan salah, meskipun browser ini baru dirilis, tapi Google Chrome punya fitur dengan daya guna dan stabilitas yang cukup tinggi loh. Untuk lebih lengkapnya, simak tulisan berikut!

Google Chrome adalah browser yang dibuat dengan desain praktis agar Anda dapat mengakses Web dengan lebih cepat, mudah, dan nyaman. Area browser yang luas dan tidak terlalu banyak toolbar membuat browser ini lebih nyaman digunakan. Status bar tidak selalu ditampilkan, hanya pada waktu dibutuhkan saja statusbar akan muncul. Status bar berupa baris hijau kecil di bawah dengan tingkat transparansi tertentu sehingga tidak mengganggu pemandangan area browser.

Selain kenyamanan, Google Chrome juga lebih cepat diakses dengan managemen memory yang lebih efisien. Jika pada Firefox membuka berapa pun tab pada Windows Task Manager hanya muncul 1 aplikasi firefox.exe saja, sedang pada Chrome, 1 tab berarti 1 aplikasi chrome.exe. Masing-masing tab dipisahkan ke dalam proses sendiri sehinga jika salah satu tab mengalami crash maka tab yang lain masih terbuka. Selain itu, untuk beberapa produk google seperti Gmail, Google Documents, Blogger, yang kaya akan Java Script layout akan tampil dengan lebih cepat.

Google chrome secara otomatis akan menginstall bahasa yang diset di komputer, pada komputer saya terdapat dua bahasa yang terpasang Indonesia dan English. Pemilihan bahasa tidak hanya untuk mengatur bahasa yang digunakan dalam aplikasi. Fitur ini juga memungkinkan untuk menjelajahi situs yang mendukung auto language seperti www.masykur.web.id sehingga tampilan bahasa sesuai dengan setting browser.

Nah, setelah mengerti kelebihan dari Google Chrome, nggak adil bila Anda tidak mengetahui kelemahannya. Jadi, perhatikan pula kelemahan Google Chrome di bawah ini!
Beberapa situs tidak bisa dibuka karena tidak mengenali web browser.
Sebagai sebuah browser yang baru dirilis wajar saja jika situs tersebut tidak mengenal Chrome. Masalah ini kita kembalikan lagi pada pemilik situsnya
Para blogger yang menggunakan wordpress sedikit kecewa karena alaman post pada WordPress hanya bisa digunakan dalam mode HTML, tidak bisa dalam mode visual. Selain itu, pengguna Linux saat ini, belum bisa menggunakan Google Chrome. Mungkin tidak berapa lama lagi versi Linux akan segera dirilis.

Chrome akan mengeksekusi secara otomatis file exe , terutama pada file yang disisipkan pada frame border. Jadi, para surfer wajib berhati hati ketika menggunakan chrome, terutama saat membuka website “prohibited” website juga website yang rentan akan virus.



Previous Post
December 16, 2008, 7:26 pm
Filed under: Uncategorized

adu adu, bingung mau nulis apa… :(



Hello world!
September 13, 2008, 3:56 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!